Ular laut terdapat di perairan Indonesia, termasuk di sekitar Sumbawa, namun tidak umum ditemui saat wisata hiu paus dan bukan merupakan hewan agresif. Ular laut umumnya pemalu, lebih suka menghindari manusia, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dekat struktur terumbu atau di dasar laut daripada di perairan terbuka tempat pertemuan hiu paus. Pemandu memiliki pengalaman luas di perairan ini dan belum melaporkan ular laut sebagai perhatian utama selama aktivitas snorkeling.
Perlu dicatat bahwa ular laut berbisa, tetapi mereka tidak cenderung menggigit kecuali jika dipegang atau terpojok. Mereka jauh lebih tertarik berburu ikan-ikan kecil di antara terumbu karang dibandingkan berinteraksi dengan perenang snorkel. Perjumpaan hiu paus terjadi di perairan yang relatif terbuka dekat permukaan, yang bukan merupakan habitat ular laut pada umumnya. Bahkan jika ada ular yang ditemui, tetap tenang dan memberinya ruang adalah respons yang tepat — ular tersebut hampir pasti akan berenang menjauh dengan sendirinya.
Pemandu memahami kehidupan laut setempat dan akan memberi tahu para tamu tentang apa yang harus dilakukan jika ada hewan tak terduga yang terlihat. Bagi sebagian besar tamu, ular laut lebih merupakan masalah teoretis daripada praktis. Perairan Teluk Saleh yang hangat dan jernih merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang indah, dan hiu paus tetap menjadi fokus pengalaman yang tak terbantahkan. Kesadaran yang tepat dan perilaku tenang adalah perlindungan terbaik di lingkungan laut mana pun.

