Bulan paling ramai untuk berkunjung ke Komodo biasanya jatuh pada musim kemarau, terutama Juni sampai September. Pada periode ini cuaca cenderung cerah, laut relatif tenang, dan visibilitas snorkeling serta diving biasanya sangat bagus. Karena kondisi ini paling “ideal”, banyak wisatawan memilih datang di bulan-bulan tersebut, sehingga Labuan Bajo lebih padat, harga penerbangan cenderung lebih tinggi, dan kapal-kapal populer cepat sekali penuh.
Juli dan Agustus biasanya menjadi puncak keramaian. Banyak kapal phinisi terbaik sold out jauh-jauh hari, terutama untuk kabin privat. Spot terkenal seperti Pulau Padar dan Pink Beach juga lebih ramai, khususnya pada jam-jam siang ketika banyak day trip datang bersamaan. Kalau Anda ingin tetap datang di high season, cara terbaik adalah booking lebih awal dan memilih cruise beberapa hari agar bisa mengatur timing kunjungan lebih tenang.
Bulan peralihan seperti April, Mei, dan Oktober sering jadi “sweet spot”. Cuaca masih bagus, tetapi jumlah wisatawan biasanya tidak sepadat puncak musim. Anda tetap bisa menikmati sunrise di Padar, snorkeling di perairan jernih, dan pengalaman cruise yang nyaman, dengan peluang lebih besar mendapat kapal yang bagus dan harga yang lebih stabil.
Low season umumnya mulai sekitar November hingga Februari/Maret. Pada periode ini cuaca bisa lebih berubah-ubah dan kadang ada hari dengan ombak lebih aktif, namun jumlah wisatawan jauh lebih sedikit. Bagi traveler yang fleksibel, low season bisa terasa lebih damai dan lebih hemat. Jika Anda ingin kombinasi cuaca bagus dan keramaian lebih rendah, April–Mei dan September–Oktober biasanya pilihan terbaik.

