Untuk ikut sebagian besar trip diving di Komodo, Anda minimal perlu sertifikasi Open Water (OW). Ini adalah standar dasar yang membuktikan Anda sudah memahami kontrol buoyancy, prosedur naik ke permukaan dengan aman, dan cara mengelola situasi di bawah air. Karena Komodo punya kombinasi lokasi yang tenang dan lokasi berarus kuat, operator biasanya tidak menerima peserta tanpa sertifikasi.
Untuk beberapa dive site yang lebih terkenal dan menantang, seperti spot yang sering punya arus drift atau kedalaman lebih, banyak operator merekomendasikan (atau mewajibkan) Advanced Open Water (AOW) atau setidaknya pengalaman dive yang cukup. Ini bukan soal “gengsi” sertifikasi, tetapi soal keselamatan: arus Komodo bisa berubah cepat, dan penyelam perlu nyaman dengan kontrol buoyancy serta mampu mengikuti instruksi dive guide dengan baik.
Operator yang bertanggung jawab biasanya akan menanyakan sertifikasi Anda, jumlah dive, dan kapan terakhir Anda diving. Dari situ mereka memilih site yang cocok. Pemula akan dibawa ke area yang lebih terlindung, sedangkan penyelam berpengalaman bisa masuk ke site yang lebih berarus.
Jika Anda belum punya sertifikasi, opsi terbaik adalah mengambil kursus Open Water terlebih dulu—bisa di Bali, Lombok, atau Labuan Bajo—lalu baru ikut trip diving Komodo. Dengan sertifikasi dan perencanaan yang tepat, Komodo bisa menjadi pengalaman diving yang aman, seru, dan sangat berkesan.

