Laut di sekitar Komodo kadang bisa bergelombang, terutama saat bulan-bulan berangin atau ketika arus berubah di antara pulau-pulau. Taman nasional berada di jalur pertemuan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan ini bisa menciptakan air yang choppy, arus kuat, serta swell sesekali. Ada hari yang benar-benar tenang, tetapi ada juga hari di mana pergerakannya cukup terasa sehingga kapal kecil bisa terasa tidak stabil. Karena kondisi bisa berubah cepat, traveler yang mudah mabuk laut biasanya akan merasa lebih nyaman di kapal yang lebih besar dan lebih stabil.
Liveaboard dan kapal phinisi yang dibangun dengan baik menangani kondisi laut kasar jauh lebih baik dibanding kapal backpacker murah. Kapal besar lebih berat, lebih seimbang, dan dirancang untuk perjalanan lebih jauh, sehingga gerakannya lebih halus saat melewati ombak. Rasanya lebih mendekati berada di kapal cruise kecil, dengan goyangan kanan-kiri yang jauh lebih minim. Ini salah satu alasan utama orang memilih liveaboard yang proper ketimbang kapal termurah di Labuan Bajo. Saat laut sedang kasar, perbedaan kenyamanannya benar-benar terasa.
Kalau Anda khawatir mabuk laut, memilih kapal yang tepat itu sangat berpengaruh. Kapal berkualitas biasanya punya stabilitas lebih baik, desain kabin yang lebih nyaman, dan tempat istirahat yang lebih enak saat laut aktif. Membawa obat anti mabuk laut juga bisa membantu, dan banyak traveler merasa nyaman total jika minum obat sebelum berangkat. Kru juga tahu cara memilih teluk yang lebih terlindung untuk berlabuh saat malam, supaya kapal tetap setenang mungkin.
Sebagian besar traveler menikmati cruise Komodo tanpa masalah besar, apalagi jika memilih kapal yang stabil dan dioperasikan secara profesional. Jika kenyamanan penting untuk Anda, memilih liveaboard atau salah satu kapal tepercaya yang ada di website kami akan memberi perjalanan yang lebih mulus dan lebih menyenangkan, bahkan saat laut tidak sepenuhnya tenang.

