Tenggelamnya kapal hiu paus adalah sebuah skenario yang sangat tidak mungkin terjadi. Kapal-kapal yang digunakan oleh lombok-indonesia.org dioperasikan di perairan yang terlindung dan tenang di bawah pengawasan yang cermat, dan dipelihara dengan standar yang menjadikan kegagalan bencana sangat jarang terjadi. The captains are experienced local boatmen who understand their vessels and the bay conditions intimately. Mereka tidak beroperasi dalam cuaca atau kondisi laut yang dapat membuat kapal berisiko tenggelam.
Jika secara teoritis kapal mulai kemasukan air atau menjadi tidak stabil, prioritas utama awak kapal adalah memastikan setiap tamu mengenakan jaket pelampung dan berada di dalam air dengan aman, jauh dari kapal. Pemandunya adalah perenang kuat yang terlatih dalam penyelamatan air, dan kondisi pagi hari yang tenang di Teluk Saleh berarti bahwa mengapung dengan jaket pelampung adalah situasi yang stabil dan berisiko rendah. Perahu lain di daerah tersebut akan dapat memberikan bantuan dengan cepat, dan tim membawa perangkat komunikasi untuk meminta bantuan dari pantai.
Risiko ini patut dipertimbangkan: jutaan orang melakukan snorkeling dari perahu kecil setiap tahun dengan kondisi serupa di seluruh dunia, dan insiden tenggelam hampir tidak pernah terjadi di teluk yang tenang dan terlindung dengan kru profesional. Fokus keselamatan yang lebih besar dari tur ini adalah mencegah kecelakaan melalui penilaian yang baik, pemeliharaan, dan kesadaran cuaca daripada menanggapi peristiwa bencana. Para tamu lebih cenderung mengkhawatirkan ukuran hiu paus dibandingkan integritas kapal — dan kedua kekhawatiran tersebut ditangani secara proaktif oleh tim.

