Tidak ada statistik terpercaya yang dipublikasikan mengenai cedera yang terjadi di Gunung Rinjani secara spesifik. Namun berdasarkan pengalaman kami di Lombok-Indonesia.org, cedera serius jarang terjadi pada trekker yang mengikuti instruksi pemandu, mengenakan alas kaki yang sesuai dengan penyangga pergelangan kaki, dan mengomunikasikan kondisi fisik mereka secara jujur.
Cedera yang paling umum terjadi adalah cedera ringan dan dapat ditangani: pergelangan kaki terkilir pada permukaan jalan yang tidak rata, luka dan goresan dangkal akibat batuan vulkanik yang tajam, dan nyeri lutut akibat benturan terus-menerus saat menuruni bukit. Pemandu kami menangani hal ini dengan pertolongan pertama dasar dan penyesuaian rencana perjalanan. Insiden yang lebih serius, seperti terjatuh di punggung puncak atau keadaan darurat terkait dehidrasi, cenderung melibatkan pendaki yang tidak memiliki peralatan memadai, mendaki tanpa pemandu berlisensi, atau melakukan aktivitas melebihi batas fisik mereka.
Taman nasional ini menampung ribuan pendaki setiap musim, dan sebagian besar menyelesaikan perjalanan mereka tanpa cedera apa pun. Satu-satunya faktor terbesar dalam pencegahan cedera adalah mendaki dengan pemandu berpengalaman yang mengetahui kondisi jalur saat ini, menentukan kecepatan yang tepat untuk kelompok, dan melakukan intervensi sebelum masalah kecil menjadi serius.
Di Lombok-Indonesia.org, pengarahan keselamatan, pemeriksaan peralatan yang tepat, kewaspadaan pemandu, dan pengambilan keputusan yang konservatif disertakan dalam setiap perjalanan. Basis peninjauan kami yang kuat dan tingkat pelanggan tetap mencerminkan betapa seriusnya kami menjaga angka cedera tersebut serendah mungkin. Saat Anda melakukan perjalanan dengan tim profesional, kemungkinan cedera turun drastis.

