Lewati ke konten
☰
Indonesia

Puncak Rinjani terkenal sangat curam, terutama pada dua hingga tiga jam terakhir pendakian. Banyak pendaki menggambarkan bagian ini sebagai tanjakan panjang dengan pasir vulkanik yang longgar, di mana setiap langkah maju sering tergelincir setengah langkah kembali. Ini membuat bagian puncak sangat menguras tenaga.

Kemiringan rata-rata berada di kisaran 30–40 derajat. Di beberapa titik, sudutnya terasa lebih curam karena abu dan kerikil vulkanik memberikan daya cengkeram yang sangat rendah. Kombinasi kemiringan dan pijakan yang tidak stabil inilah yang membuat bagian puncak menantang.

Untuk mengatasinya, pendaki berjalan perlahan, mengambil langkah pendek, dan mengikuti jalur zigzag dari pendaki sebelumnya. Tongkat trekking sangat membantu menjaga keseimbangan, terutama di permukaan yang licin. Karena pendakian dimulai sekitar pukul 2 pagi, angin dan suhu dingin menambah tantangan.

Meski curam, puncak dapat dicapai oleh sebagian besar pendaki yang berlatih dengan baik dan menjaga ritme. Pemandangan matahari terbit dari puncak membuat semua usaha terasa sangat layak.

Basecamp Lombok-Indonesia.org, Senaru

Memuat peta…