Lewati ke konten
☰
Indonesia

Apakah banyak sampah di Gunung Rinjani?

Gunung Rinjani memiliki jumlah sampah yang cukup terlihat, terutama di sepanjang jalur populer dan di sekitar bibir kawah. Setiap tahun ribuan pendaki mengunjungi gunung ini, dan meskipun ada upaya pembersihan yang terus dilakukan, sampah tetap menjadi salah satu tantangan terbesar bagi taman nasional. Botol plastik, bungkus makanan, dan perlengkapan yang ditinggalkan dapat menumpuk dengan cepat ketika pendaki atau operator yang tidak bertanggung jawab tidak membawa turun sampah mereka. Angin juga menyebarkan sampah ringan ke lereng, sehingga pembersihan semakin sulit.

Karena itu, praktik pendakian yang bertanggung jawab sangat penting. Semua pengunjung diharapkan membawa turun semua sampahnya, termasuk barang kecil seperti tisu, bungkus permen, atau potongan plastik. Meninggalkan sampah merusak lingkungan, mempengaruhi satwa liar, dan mengurangi keindahan alami Gunung Rinjani. Taman nasional sangat bergantung pada pemandu dan operator trekking untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan dengan benar.

Tim kami di Lombok-Indonesia.org sangat serius menangani masalah ini. Kami selalu membawa turun lebih banyak sampah daripada yang kami bawa naik, dan pemandu serta porter kami membersihkan area perkemahan dan jalur di setiap perjalanan. Kantong tambahan digunakan khusus untuk mengumpulkan sampah kami sendiri dan sampah yang ditinggalkan pendaki lain. Upaya kecil ini memberikan dampak besar dari waktu ke waktu dan membantu menjaga Rinjani untuk generasi mendatang.

Meskipun sampah tetap menjadi masalah berkelanjutan, pendaki yang bertanggung jawab dan operator yang etis memiliki peran besar dalam meningkatkan kondisi gunung. Membawa kembali semua sampah, mengurangi plastik sekali pakai, dan memilih operator yang memiliki praktik pengelolaan sampah yang baik membantu menjaga kebersihan Rinjani.

Basecamp Lombok-Indonesia.org, Senaru

Memuat peta…