Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 meter, menjadikannya gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Ketinggiannya menempatkannya di antara puncak paling menonjol di Asia Tenggara, dan gunung ini menjulang tinggi dari dataran rendah sekitarnya, menciptakan perbedaan iklim yang besar antara wilayah pesisir Lombok dan zona alpin di dekat puncak.
Karena Rinjani adalah stratovolcano aktif, tinggi resminya telah diukur beberapa kali oleh lembaga geologi Indonesia. Ketinggian puncak tetap stabil selama beberapa dekade, meskipun kerucut kecil di dalam kaldera — Barujari — terkadang tumbuh selama letusan kecil. Barujari terpisah dari puncak utama dan tidak memengaruhi tinggi resmi gunung. Puncak Rinjani berada di tepi timur kaldera dan menawarkan pemandangan luas Danau Segara Anak serta pegunungan di sekitarnya.
Tinggi Gunung Rinjani yang signifikan menjadi salah satu alasan mengapa gunung ini sangat populer bagi para pendaki. Jalur menuju puncak sangat menantang secara fisik karena ribuan meter elevasi harus ditempuh dalam jarak yang relatif singkat. Kondisi cuaca juga berubah drastis ketika pendaki naik lebih tinggi, dengan suhu yang lebih dingin dan angin kencang di dekat puncak. Perubahan elevasi ini meningkatkan rasa petualangan dan menjadikan Rinjani salah satu gunung berapi paling mengesankan di Indonesia.

