Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Rinjani adalah pada musim kemarau, yaitu dari bulan April hingga Oktober. Pada periode ini jalur lebih aman, cuaca lebih mudah diprediksi, dan pemandangan semakin jelas setelah musim hujan berakhir. Bulan April dan Mei sering dianggap paling ideal karena pemandangan masih hijau dan segar setelah berbulan-bulan diguyur hujan, sementara langit mulai cerah. Pada awal musim kemarau ini, suhu biasanya lebih sejuk, jumlah pendaki lebih sedikit, dan panorama kawah serta lembah di sekitarnya sangat memukau.
Periode tersibuk terjadi pada bulan Juli, Agustus, dan September. Ini adalah bulan liburan di Indonesia maupun di banyak negara lain, sehingga taman nasional menerima jumlah pendaki terbanyak. Cuaca umumnya sangat stabil, dengan pagi hari yang cerah dan jalur yang kering. Namun, pendaki perlu siap menghadapi keramaian yang lebih besar di jalur maupun area perkemahan. Bagi yang lebih menyukai suasana tenang, sebaiknya menghindari puncak musim ini jika memungkinkan.
Bulan Oktober juga merupakan waktu yang sangat baik untuk mendaki, terutama bagi mereka yang menginginkan kondisi nyaman tanpa kerumunan besar. Cuaca masih cukup kering untuk pendakian yang aman dan menyenangkan, sementara suasana di perkemahan lebih tenang dibandingkan puncak musim. Memasuki November, musim hujan mulai kembali dan kondisi jalur cepat menurun. Trek menjadi berlumpur, awan lebih sering turun, dan jarak pandang berkurang. Kondisi ini berlanjut hingga Desember, sebelum gunung ditutup total dari Januari hingga Maret demi keselamatan dan pemulihan lingkungan.
Secara keseluruhan, kombinasi terbaik antara cuaca yang bagus dan jumlah pengunjung yang masih nyaman biasanya ditemukan pada bulan April, Mei, Juni, dan Oktober. Bulan-bulan ini menawarkan suhu yang nyaman, kondisi yang relatif stabil, dan suasana yang lebih tenang di gunung. Pendaki yang memilih bulan Juli hingga September akan menikmati cuaca yang sangat baik, tetapi harus siap berbagi jalur dengan jauh lebih banyak pengunjung.

