Ya, speedboat di Komodo bisa terasa cukup “bumpy”, terutama saat angin kencang atau ombak sedang tinggi. Karena kapal melaju cepat, hentakan ombak terasa lebih keras. Perjalanan seperti ini bisa melelahkan, dan orang yang mudah mabuk laut biasanya lebih kesulitan di speedboat karena tidak ada tempat untuk benar-benar istirahat, rebahan, atau “kabur” dari bouncing yang terus-menerus.
Masalah lain: speedboat cenderung memaksa itinerary super padat dalam 1 hari, jadi mereka tidak punya fleksibilitas untuk menunggu kondisi lebih tenang atau mengatur timing agar menghindari perairan yang sedang kasar. Akibatnya, pengalaman sering terasa ramai, berisik, dan capek—bukan vibe Komodo yang seharusnya tenang.
Slow boat gaya phinisi jauh lebih nyaman. Kapal bergerak pelan dan stabil, ada kabin untuk istirahat, dek untuk bersantai, dan ritme perjalanan yang lebih manusiawi. Jika Anda ingin trip yang relaks dan aman—terutama untuk keluarga atau traveler yang lebih senior—cruise phinisi dari Labuan Bajo adalah pilihan yang jauh lebih baik.

