Di Gunung Rinjani tidak ada toko permanen atau tempat khusus untuk membeli camilan, namun terkadang ada beberapa penjual lokal atau anak-anak yang menjual makanan kecil di bagian awal jalur. Biasanya berupa lapak sederhana di dekat pintu masuk Sembalun atau area istirahat bawah. Pilihannya terbatas — seperti mi instan, biskuit, minuman ringan, atau camilan kemasan. Lapak ini tidak selalu buka; keberadaannya tergantung hari, musim, dan apakah penduduk datang berjualan.
Semakin tinggi Anda mendaki, semakin tidak ada penjual. Di tepi kawah, rute puncak, dan area danau, sama sekali tidak ada tempat untuk membeli makanan. Kawasan ini terpencil dan taman nasional melarang bangunan permanen, sehingga semua makanan harus dibawa oleh tim trekking. Karena itu, setiap paket trekking sudah menyediakan makanan lengkap, camilan, buah, dan minuman hangat.
Karena keberadaan penjual camilan tidak dapat diprediksi, pendaki tidak boleh mengandalkan membeli makanan di gunung. Membawa energy bar, kacang, cokelat, atau camilan favorit lainnya adalah cara terbaik untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi. Apa pun yang dijual oleh warga setempat hanyalah bonus, bukan sumber yang dapat diandalkan.

