Saat kebakaran melanda Rinjani pada September dan Oktober, tur tidak sekadar lenyap: jalur ditutup satu per satu, itinerari dialihkan, dan pemegang tiket ditawari alternatif. Preseden paling jelas adalah kebakaran Oktober 2019, yang mulai pada 19 Oktober dan memaksa taman nasional menutup semua jalur pendakian sejak 20 Oktober sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pemesanan eRinjani yang ada pada masa itu bisa dijadwalkan ulang sesuai kuota jalur yang tersedia, di aplikasi atau melalui petugas gerbang, jadi uang tidak hilang meski semua jalur ditutup.
Kebakaran September pada tahun berikutnya membuktikan bahwa penutupan bersifat bedah, bukan menyeluruh. Kebakaran itu pertama dilaporkan pada malam hari di luar jalur pendakian, namun taman nasional menutup jalur Torean keesokan harinya sebagai tindakan pencegahan, dan menutup Senaru beberapa hari kemudian saat api mendekati Plawangan Senaru, kamp bibir Senaru. Yang krusial, Sembalun tetap buka dan menjadi alternatif resmi: pemegang tiket Senaru yang terdampak bisa menjadwalkan ulang atau mengalihkan pintu masuk dan keluar mereka ke Sembalun, dan pendaki yang sedang turun melalui jalur tertutup diarahkan ke jalur keluar Sembalun.
Pelajaran bagi pendaki adalah mencocokkan setiap insiden dengan pintu masuk yang terdampak, bukan memperlakukan gunung sebagai satu blok. Pada 2019 perintah tutup semua jalur tentu mengakhiri pendakian puncak Sembalun biasa; pada kasus September berikutnya jalur puncak dari Sembalun bukan bagian yang ditutup, dan laporan asap tidak pernah menjadi bukti bahwa jalur puncak itu sendiri ditutup. Dua kejadian, bahaya yang sama, hasil jalur yang berlawanan, adalah argumen terbaik untuk memeriksa pemberitahuan resmi per jalur alih-alih bereaksi pada judul berita.
Nasib uang Anda mengikuti logika yang sama. Praktik taman nasional pada insiden terdokumentasi adalah penjadwalan ulang dan jalur masuk atau keluar alternatif, bukan pengembalian dana otomatis, dan berita bertanggal tidak pernah menetapkan status hari ini. September dan Oktober berada di ujung musim kemarau panjang, persis ketika kebakaran lahan di Lombok paling mungkin, jadi pemesanan di jendela itu sebaiknya membawa tanggal fleksibel dan pemahaman jelas tentang ketentuan pengalihan operator Anda.
Kami memberi taklimat tentang hal ini kepada setiap tamu sebelum berangkat: kami memantau pemberitahuan resmi setiap hari selama musim kebakaran, kami mencatat tanggal insiden dan setiap perintah jalur pada pemesanan yang berjalan, dan kami tidak menjanjikan puncak, pengalihan rute, atau pembukaan kembali kecuali taman nasional benar-benar mengumumkannya.

