Lewati ke konten
☰
Indonesia

Bagaimana pendaki yang terluka dievakuasi dari puncak atau bibir kawah Rinjani?

Mata rantai pertama dalam setiap evakuasi Rinjani adalah pemandu, bukan helikopter. Prosedur operasional taman mewajibkan setiap pemandu bersertifikat membawa radio HT yang terhubung ke pusat informasi taman, kotak P3K, kit bertahan hidup, dan minimal 10 meter webbing, sehingga respons dimulai dari panggilan radio yang menyampaikan posisi GPS, waktu, jenis cedera, dan cuaca di lokasi. Dari sana, taman berkoordinasi dengan tim penyelamatnya.

Langkah berikutnya bergantung pada medan, dan kasus terdokumentasi menunjukkan rentangnya. Kecelakaan tebing di rute puncak berubah menjadi operasi gabungan berhari-hari dengan kerja tali dan drone, dengan kabut dan overhang memperlambat akses dan satu penyelamat menghabiskan semalaman tergantung di tengah dinding. Di rute Torean, pendaki yang jatuh sekitar 100 meter dekat Kebun Jeruk, di atas shelter Banyu Urip, dinaikkan tim darat ke shelter lalu dibawa turun ke gerbang, sebuah evakuasi yang berjalan semalaman hingga hari berikutnya. Polanya konsisten: tim darat, tali, dan kesabaran, dengan pesawat hanya ketika kondisi mengizinkan.

Untuk nomor kontak, prosedur taman mempublikasikan call center WhatsApp, dan nomor darurat nasional Indonesia adalah 115, tetapi koneksi telepon yang hidup mungkin sekadar tidak ada di gunung, dan itulah alasan radio pemandu lebih penting daripada ponsel apa pun. Staf taman mengoordinasikan evakuasi kecelakaan melalui petugas resort dan call center, dan operator mendukung dengan porter, shelter, dan perencanaan transportasi di sisi jalan.

Jika Anda yang menolong pendaki terluka, aturannya konservatif: cegah kejatuhan lanjutan, lindungi korban dari dingin, dan biarkan penyelamat terlatih memilih cara pengangkutan dan rigging. Untuk dugaan cedera tulang belakang atau kejatuhan tebing, jangan memindahkan orang demi terlihat membantu, karena pengangkatan yang salah bisa mengubah cedera yang bisa dipulihkan menjadi permanen.

Kami membekali pemandu kami dengan protokol ini setiap musim, dan kami merencanakan setiap itinerary seolah evakuasinya akan berjalan kaki, karena itulah operasi yang benar-benar didukung Rinjani. Helikopter ada di dalam ceritanya, tetapi kaki yang menurunkan orang dari gunung ini adalah kaki manusia.

Basecamp Lombok-Indonesia.org, Senaru

Memuat peta…